KEMARIN ADALAH MUSIBAH, HARI INI ADALAH BERKAT

 KEMARIN ADALAH MUSIBAH, HARI INI ADALAH BERKAT

Kisah Pilu Dibalik Musibah Kebakaran 

Gambar : Suasana Saat Sementara Terbakar

Saya yakin, setiap orang memiliki tantangan hidup masing-masing, entah tantangan itu kecil maupun sampai yang besar menurutnya. 

Hal itu juga yang pernah terjadi pada diri saya dan keluarga.


Saya dan keluarga  harus kehilangan seluruh harta bendanya akibat musibah kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal kami. 

Peristiwa ini terjadi di  RT 04 RW 02 Desa Kailesa, Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor -NTT, Jumat (21/3/2025) pukul 16.30 WIITA.

Gambar : Sementara Terbakar.

Pada sore itu, tiba-tiba api menjalar dari lantai dua (tingkat ) kemudian api dengan cepat merambat ke Gudang, Dapur dan seisi rumah.

Akibat kejadian itu usaha kecil-kecilan berupa kios dari Istri saya, perlengkapan usaha Dekorasi serta seluruh harta benda dalam Rumah ikut dilahap api hingga tak tersisa.

Musibah itu tak menyisakan harta benda apapun bagi kami, hanya pakaian dan  lemari milik Ibu dan adik perempuan saya. Sebab saat musibah itu melanda saya sementara ke kampung untuk melihat ternak di sana, sedangkan Ibu sementara ke Gereja,  yang berada di rumah cuma Istri dan Iparnya (Adik Perempuan saya). Mereka cukup berupaya memadamkan api dan menyelamatkan barang namun apa adanya "maklumlah karena perempuan" . Kemampuan tenaga mereka terbatas.

Warga sekitar pun berdatangan berupaya menyelamatkan harta benda namun sangat sulit karena api begitu cepat merambat ke seluruh sisi rumah.


Kurang lebih setengah jam Setelah saya kembali di Rumah, yang terlihat bukan lagi Rumah yang selama ini kami tempati, bukan lagi gubuk yang selama ini kami bernaung di dalam, dan bukan juga tempat untuk kami melepas lelah😪, tetapi yang terlihat hanyalah antusias masyarakat yang berdiri mengelilingi lokasi kejadian, yang terlihat hanyalah gumpalan asap tebal dengan bunga api yang begitu dahsyat melahap habis  seluruh isi Rumah.

Saya shock, lemah dan tak berdaya, sekarang kami harus tinggal di mana, sekarang kami makan apa, sekarang kami mau pakai apa?? Tuhan tolong, Ujian ini serasa terlalu berat untuk saya, kenapa Ujian ini harus terjadi pada saya dan keluarga?? 

Perasaan itu seketika muncul dalam benak saya sambil menatap, saya mencoba bertanya kepada mereka disekitar "istri, adik dan mama di mana,?? Mereka jawab semua ada hanya mama yg lagi ke gereja. Hati saya sedikit lega, sebab meskipun rumah terbakar namun nyawa kami semua selamat, artinya Tuhan masih sayang kami.

Gambar : Keesokan Harinya Setelah Api Padam.

Rencana Tuhan akan indah pada waktunya, kalimat inilah sering kami dengar lewat mulut orang-orang baik.

Memang semua harta benda kami ikut dilahap api namun ternyata dibalik ini Tuhan sudah siapkan yang terindah untuk kami. Tuhan telah memberikan berkat-Nya melalui orang-orang sekitar untuk terus menguatkan kami.


Tuhan membalikan semua perasaan sedih menjadi bahagia melalui Pemerintah Desa dan dari berbagai pihak dalam gotong royong membangun kembali Rumah dengan waktu singkat. 

Gambar : Penyerahan Bantuan Bahan Bangunan Oleh PEMDES Kailesa

Kuasa Tuhan memang begitu luar biasa, Kuasa Tuhan memang begitu nyata mengubah situasi yang rumit menjadi berkat dalam waktu yang amat singkat, yakni dalam waktu 2 Minggu kami bisa kembali ke Rumah dengan ukuran 6 X 11.

Gambar : Setelah Dibangun Kembali

Kami tak mampu membalas semua kebaikan hati dari Bapak/Ibu, Saudara/i sekalian, hanyalah Doa yang bisa kami ucapkan, kiranya Tuhan Yesus memberkati selalu semua pihak yang telah mambantu kami secara moril maupun materil. 


Syalom.!!


Foto-Foto Terkait
















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah kerajaan-Kerajaan Di Pulau Alor

Kisah Perjalanan Pendidikan Yang Penuh Tantangan